kau yg merajai dunia yang jd bias krn jerat-jerat kelam yang bahkan ta ada seorangpun yang mampu menerawanginya....kelekangan yang tak jua ajak sang pujangga tuk artikan kegalauannya...namun lihatlah dunia ini berbeda...bukan dari sebelah mata yang tanpa sinar...tapi ke arah sang mentari yang terlihat cerah
kekasih kau tau... selayaknya warna pelangi aku meniti pada warna ungu tersapu dipaling atas lengkungan cinta menelentangkan raga di atas langit yang tentram
Jika selayaknya bunga aku berlakon pada warna merahnya mawar tersemat keanggunan dari aura yang semerbak dan senantiasa mengembangkan mahkota yang menawan
Jika selayaknya laut aku tenggelam dalam hijau toska warna di dasar samudera yang terdalam menyusupkan inti kasih-sayang di jiwa lautan semuanya karenamu kekasihku....
Pangeranku.... Dia pernah mengirimkan pesan cinta ini tanggal 27 Mae 2007
Wahai putri cintaku... Dengan rantai apa lagi aku harus mengikatmu agar kau tak bisa lari lagi terali apa agar bisa memenjaramu agar tak seorang mampu melihatmu kau tau semakin aku menyayangimu.. hati ini lemah... dan bersimpuh tak berdaya Dan saat itu aku merasa diri ini berdiri tepat di tepi jurang yang teramat curam sekali kau pergi dariku.. aku akan terjatuh MATI dana takan pernah kembali......
Telah lama udara tak bergumam akan cinta cinta yang selama ini tak pernah luput dari potongan waktu cinta yang tak pernah padam walau sumbu bumi telah mati dan cinta yang selalu tersimpan rapi di peti hati ini
Hey...? kau tau apa itu cinta? Pangeranku berkata kata " Cinta" Adalah penegasan dari kau adalah milikku dan aku adalah milikmu cinta adalah kebanggaan karena kita telah memiliki keutuhan rasa yang unik yang tak pernah bisa kita mengerti Dia mengertikan cinta adalah memiliki dengan sepenuh hati
Tak kusangka kita bisa bertukar silir nafas malam Tak ada jengkal dalam silam roman yang mendekap Kerlip matamu menembus kisi-kisi mataku Merauk cahaya berkilap dijendela-jendela jalan Menyimpulkan jarak dalam genggam yang mengikat
Semua tak urung membaur dalam memori kisah angin Aku menutup mata kala terjaga dipundak hangat bulan Karena denyar jantung mengalahkan riwayat kelelapan Mengirimkan ruh ke alam baka yang meraup ke dunia Menyekap bisik yang menembus kesepian
Jemari yang tak acuh menggerayangi lesung jiwa Menyapu kehalusan air awan yang berlinang Menyentuh ujung bibir malam yang malu mengecup Dan langit malampun jadi kusut oleh remasan langit
ketika sebuah kata terurai dari bibir malam...hanya semilir angin yang menyingkapkan auranya
ketika patahan kata kan terjalin dalam simpul awan...ia kan menjadi langit yang menaungi sajak kehidupan
dan ketika jemari ini menghiasi gubuk langit...akan ada banyak cerita yang tercipta
sang imajiner yang berkelana dalam diam, berkaca di udara yang terus membias...tapi takan ada kata menyerah dalam benaknya agar dapat mendekap cinta yan abadi