Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2009

Sapa Malam

Langit bertahtakan bintang

Tebarkan asaku usai tergolek tak berdaya

Kini ia mampu tersemat indah

Dengan rembulan di langit malam

Yang mampu tentramkan semua insan

Dalam dekap rembulan

Kelip bintang sebagai ganti

Manic mata yang memancar dalam tatap padamu

Lengkung bulan sebagai ganti

Senyumku yang tersuguh untukmu

Semilir sebagai ganti

Sapa malam yang terkirim untukmu

kenapa ada cinta?

Kenapa ada cinta didunia ini?

Cinta begitu licik..?

Ia buai kita dengan berjuta kegombalannya

Tapi seketika cinta tak segan-segan

Membanting kita dalam lumpur kehidupan

Tapi bodohnya aku tetap terbuah didalamnya

untuk sang sahabat didunia maya

kau yg merajai dunia yang jd bias krn jerat-jerat kelam yang bahkan ta ada seorangpun yang mampu menerawanginya....kelekangan yang tak jua ajak sang pujangga tuk artikan kegalauannya...namun lihatlah dunia ini berbeda...bukan dari sebelah mata yang tanpa sinar...tapi ke arah sang mentari yang terlihat cerah

Jumat, 17 April 2009

selayaknya warna...

kekasih kau tau...
selayaknya warna pelangi
aku meniti pada warna ungu
tersapu dipaling atas lengkungan cinta
menelentangkan raga di atas langit yang tentram

Jika selayaknya bunga
aku berlakon pada warna merahnya mawar
tersemat keanggunan dari aura yang semerbak
dan senantiasa mengembangkan mahkota yang menawan

Jika selayaknya laut
aku tenggelam dalam hijau toska
warna di dasar samudera yang terdalam
menyusupkan inti kasih-sayang di jiwa lautan
semuanya karenamu kekasihku....

Senin, 06 April 2009

Pesan Pangeranku

Pangeranku....
Dia pernah mengirimkan pesan cinta ini tanggal 27 Mae 2007

Wahai putri cintaku...
Dengan rantai apa lagi aku harus mengikatmu agar kau tak bisa lari lagi
terali apa agar bisa memenjaramu agar tak seorang mampu melihatmu
kau tau semakin aku menyayangimu..
hati ini lemah...
dan bersimpuh tak berdaya
Dan saat itu aku merasa diri ini berdiri tepat di tepi jurang yang teramat curam
sekali kau pergi dariku..
aku akan terjatuh MATI
dana takan pernah kembali......

Kata Cinta

Telah lama udara tak bergumam akan cinta
cinta yang selama ini tak pernah luput dari potongan waktu
cinta yang tak pernah padam walau sumbu bumi telah mati
dan cinta yang selalu tersimpan rapi di peti hati ini

Hey...? kau tau apa itu cinta?
Pangeranku berkata
kata " Cinta" Adalah penegasan dari kau adalah milikku
dan aku adalah milikmu
cinta adalah kebanggaan
karena kita telah memiliki keutuhan rasa yang unik
yang tak pernah bisa kita mengerti
Dia mengertikan cinta adalah memiliki dengan sepenuh hati

Jumat, 27 Maret 2009

Silir Nafas Malam

Tak kusangka kita bisa bertukar silir nafas malam
Tak ada jengkal dalam silam roman yang mendekap
Kerlip matamu menembus kisi-kisi mataku
Merauk cahaya berkilap dijendela-jendela jalan
Menyimpulkan jarak dalam genggam yang mengikat

Semua tak urung membaur dalam memori kisah angin
Aku menutup mata kala terjaga dipundak hangat bulan
Karena denyar jantung mengalahkan riwayat kelelapan
Mengirimkan ruh ke alam baka yang meraup ke dunia
Menyekap bisik yang menembus kesepian

Jemari yang tak acuh menggerayangi lesung jiwa
Menyapu kehalusan air awan yang berlinang
Menyentuh ujung bibir malam yang malu mengecup
Dan langit malampun jadi kusut oleh remasan langit

Kisah ini menerbangkan angan bersama phoenix

Tuk menunggangi ritus kehidupan yang sejenak

Menjajari bintang yang mengkristal menawan

Menyimpan ilusiku dalam selipan sayap rembulan…

Selasa, 03 Maret 2009

Kisah Dongeng keabadian


Dongeng-dongeng berkisah

“Mereka akan bahagia selamanya”

Tapi adilkah prosa termasyur ini

Untuk cerita pendek berlatarkan hidupku?

Mungkin jika aku tega mematahkan kaki cinderela

Mungkin jika aku kuasa membunuh putri salju

Dan bila aku sanggup mencoreng The Beauty

Akan ku kecam keabadian !!!

Aku…dongeng malang tak bertepi

Dan maafkan aku bila para pembaca jadi bosan

Karena masa tak izinkan ada tamat jadi penghujung

Buku dongeng kumalku..

Mengerat kebusukan

Debu menyegel majas keindahan

Dan terkutuklah puisi kehidupan

Ehm….

Bolehkah aku jadi pengarang hidupku sendiri?

Biarkanku pindahkan samudrea jadi langitku

Agar aku tengok awan jadi perahu layar melayang

Biarkanku gantikan kuburan dengan kahyangan

Agar Istanaku jadi pusara liang lahat pembaringan

Bukan baju compang-camping jadi busana

Tapi gaun anggun membalut jngkal-jengkal raga

Bukan lara yang menyeringai dalam terror-teror malam

Tapi harmoni kebahagiaan melelapkan

HAH!!!

Aku hanya Bermimpi..!!!

Bila tangis masih merengekan luka menanah

Bila tubuh masih lungkai digerogoti kepedihan

Dasar Bodoh…!!!!

Untuk apa aku mengemis mimpi?

Bila mimpi bagian dari tubuhku

Untuk apa aku mengai harap…?

Bila harap buta jadi persinggahan

Aku dongeng memilu

Tetaplah begini adanya

Karena keabadian telah putus asa

Yang ada hanya suratan yang menyapa…..

Rabu, 25 Februari 2009

Tepat di tahun 2080

Kapas langit pagi menggoda sang kisah tuk terbangun

Ini kesekian kalinya hari berlakon di dunia tanpa wajah

Walau jengah ia didera patahan kesesakan dikeriput tanahnya

Tepat di tahun 2080

Kau tau..? Kini sejarah tersegel dalam kekerontangan

Meriwayatkan bunga, rumput dan pohon dalam sebuah nisan

Bumi pincang terkilir waktu dalam kebeliaan

Tertelan oleh usia keserakahan yang menikam lestari alam

Kanfas merah menyala melingkari leher bumi

Hanya guratan udara yang menjuntai di kerak langit

Karena ketamakan telah menghisap nadi alam

Hingga tak ada lagi secawan air tuk di reguk

Dahaga menyuarakan decit rangkak suara lusuhnya

Kini harga dipertaruhkan tuk merauk tahta kesegaran

Lamat-lamat jiwa alamku terpisah dari relung keindahan

Tapi pusara kesejukan telah digali ditepi harap semua insan

Dahulu kupu-kupu masih mendekap mahkota keriangan

Berdansa di taman yang dikelana sang hijau

Masih terasa riak sungai merampungkan peraduan

Akankah bait hari itu menjadi ritus kehidupan yang abadi selamanya…