Kamis, 05 Maret 2009

KewirausahaanUuntuk Menjawab Permasalah Bangsa

Kondisi perekonomian yang semakin sulit dewasa ini menuntut kita untuk terus berinisiatif, kreatif, dan dinamis, dalam mencari tambahan penghasilan, salah satunya dengan berwirusaha. Sektor bisnis yang sangat kompetitif dan peka terhadap pengaruh lingkungan ini memiliki dinamika, motivasi, kreativitas dan inisiatif nyata untuk membantu kita untuk menjawab tantangan hidup ini.

Indonesia sebagai negara yang terus berupaya untuk menjadi negara yang unggul di jajaran terdepan internasional, masih terus mengalami banyak tantangan, seperti pengangguran dan kemiskinan yang jumlahnya terus mengkhawatirkan. Fenomena ini menjadi beban negara yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Permasalahan pengangguran diharapkan turun pada kisaran 8-9% dan penduduk miskin menjadi 15-16 pada tahun 2008. Penurunan tersebut dapat terjadi jika ekonomi tumbuh 6,6 hingga 7%. Oleh karena itu sebagai generasi penerus bangsa, kita harus ikut berpartisipasi dalam penanganan masalah tersebut

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran bila stabilitas ekonomi tetap dijaga. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7% dapat mengurangi tingkat pengangguran menjadi berada pada kisaran 8-9%, dan jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 15-16%. Kondisi ini dapat dicapai dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Dalam hal inilah peran wirausaha sangat diperlukan.

Kewirausahaan meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi sedangkan wirausaha dinyatakan oleh Joseph Schumpeter sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Sedangkan definisi lain dari wirausahawan adalah seorang inovator penggerak pembangunan yang akan merubah peluang menjadi ide yang dapat dijual dan peningkatan nilai tambah melalui efisiensi waktu, tenaga kerja, uang, dan peningkatan ketrampilan serta mampu mengendalikan alat-alat produksi sehingga menghasilkan lebih banyak produk untuk dijual agar memperoleh pendapatan yang tinggi.

I.3 PERMASALAHAN BANGSA

Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk maju karena Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dan di anugrahi banyak sumberdaya alam yang melimpah. Negara yang luasnya 2.027.087 ini membentuk negara kepulauan terbesar didunia dengan mempunyai 17000 pulau. Indonesiapun mempunyai letak yang strategis yang terletak diantara benua asia dan Australian dan diantara samudra hindia dan samudra atlantik. Dengan letak tepat digaris khatulistiwa. Indonesia mempunyai musim tropis yang membuat tanah Indonesia subur dan makmur.. Semua ini ditunjang dengan jumlah populasi yang banyak yaitu 220 juta orang atau terbesar ke empat didunia. Seyogianya semua potensi ini dapat menjadi modal untuk membangun Indonesia menjadi negara yang terdepan dikancah internasional.

Tapi ironisanya Indonesia malah mencetak prestasinya dalam hal yang negative seperti pengangguran, korupsi, hutang, kemiskinan, penyakit, dan kurangnya penegakan hukum. Selain itu banyaknya populasi bisa mengakibatkan kopetisi untuk memperoleh kebutuhan pangan semakin ketat. Banyak rakyat menderita gizi buruk karena tidak mampu membeli makanan bergizi dengan harga murah. Malangnya Indonesia sengsara di lubung padi yang makmur.

Masalah yang paling paling kerusial yang dialami negara kita yaitu jumlah pengangguran yang terus bertambah. Dengan lowongan kerja yang sangat terbatas dan penduduk yang semakin membludak, implikasinya adalah banyak sekali pengangguran di Indonesia Banyak pengangguran ini menambah daftar panjang beban yang harus dipikul negara. Inilah realita mengenaskan di Negara tercinta kita. Jika setiap orang terus duduk diam menerima bantuan pemerintah untuk menambah lapangan kerja, maka jumlah pengangguran akan terus berlipat-lipat. Karena perbandingan antara smberdaya manusia dan lowongan kerja sangat tidak seimbang

Saat ini bukan saatnya untuk berpangku tangan. Ini saatnya untuk berfikir inisatif, kreatif dan dinamis dalam memecahkan permasalahan pekerjaan ini. Dan juga diperlukan kesadaran untuk kita bisa mandiri dan membuat lapangan kerja sendiri dengan menjadi Entrepreneurship. Dengan begitu kita dapat membuat lahan kerja badi diri kita sendiri dan bagi orang lain. Sehingga sedikit-demi sedikit pengguran akan berkurang.

Karena sesungguhnya salah satu indikasi keberhasilan pembangunan suatu Negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, Menkeu mengatakan investasi tahun depan harus meningkat 14,5-18,2 persen. Tanpa itu, sulit berharap ekonomi tumbuh seperti yang ditargetkan. “Ini adalah tantangan paling sulit, Akibat pertumbuhan ekonomi yang lambat mengakibatkan jumlah pengangguran ini menjadi hal yang ironis, , karena masih berada di atas 10 juta(berdasarkan data dari Sinar Harapan.com). Pemerintah terus berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi secara sektoral sebab penciptaan lapangan kerja berkorelasi positif dengan laju pertumbuhan sektor tersebut. Dan salah satu upaya untuk menciptakan lapangan kerja adalah dengan berwirausaha.

I.4 PERANAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENJELASKAN PERMASALAHAN BANGSA

Seperti yang sudah dijelaskan di atas,salah satu permasalahan bangsa yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Untuk mengimbangi jumlah penduduk yang semakin banyak dangan lapangan kerja yang sangat terbatas, perlu dilakukan usaha mandiri dari setiap individu untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri. Usaha mandiri ini disebut kewirausahaan. Dengan melihat peluang yang ada dan berani mengambil resiko seseorang dapat merintis usahanya.

Dengan menjadi wirausahawan kita dapat membuka lapangan pekerjaan yang tidak hanya membantu satu orang saja tetapi banyak orang-orang pengangguran lainnya dapat tertolong untuk mempunyai pekerjaan.

Dengan lahirnya wirausahawan yang mandiri ini, permasalahan Negara dapat berkurang. Sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin pesat dan mengantarkan negara kita menjadi negara maju dengan rakyat yang sejahtera dan makmur. Inilah tugas kita bersama sebagai bukti cinta kita pada tanah air maka jadilah individu yang unggul, mandiri, pantang menyerah, dan terus berjuang membangun Negara Indonesia menjadi lebih jaya.

Inovasi

Inovasi sangatlah diperlukan untuk melakukan perubahan suatu bisnis untuk berkembang lebih baik. Inovasi dapat diartikan sebagai "proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan.

Menurut Edquist inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru yang memiliki nilai ekonomi yang berarti, yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu. Inovasi juga bisa diartikan sebagai suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dan non-pasar

Menurut UU No. 18 tahun 2002 Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi

Intraprenurship

Istilah entrepreneurship (kewirausahaan) telah banyak berdengung di telinga masyarakat, lain halnya dengan istilah intrapreneurship. Orang-orang cenderung tidak memahami makna dari intrapreneurship. Pada dasarnya intrapreneurship adalah entrepreneurship yang dipraktekan dalam sebuah organisasi yang lebih besar dan mempunyai sumber daya untuk melaksanakan ide dan inovasinya guna mengembangkan perusahaannya. Jadi dapat dikatakan bahwa perbedaan intrapreneurship dan entrepreneurship adalah skala besar-kecilnya suatu perusahaan atau organisasi.
Organisasi yang besar sangat membutuhkan para intrapreneur untuk merespon masalah yang dihadapi perusahaan seperti kebutuhan akan inovasi. Seiring meningkatnya kualitas persaingan usaha dan untuk mencegah terjadinya exodus, para karyawan terbaik dan cerdas memiliki kecenderungan yang meninggalkan perusahaan untuk menjadi entrepreneur usaha mandiri.

1. Pengertian Intrapreneurship
Intrapreneurship is the practice of using entrepreneurial skills without taking on the risks or accountability associated with entrepreneurial activities.
Intrapreneurship is a strategy for stimulating innovation by making better use of entrepreneurial talent. When effectively promoted and channelled, intrapreneurship not only fosters innovation, it also helps employees with good ideas to better channel the resources of a corporation to develop more successful products.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa intrapreneur adalah entrepreneurship yang dipraktekkan di dalam sebuah organisasi yang mapan.

2. Keunggulan dan Kerugian Intrapreneurship
Keunggulan dari intrapreneurship adalah pada sumber daya untuk melaksanakan pembangunan bisnis. Mereka dapat memakai sumber daya yang ada pada perusahaan sekarang. Bahkan perusahaan core dapat memberi jaminan modal dan memperbolehkan penggunaan nama perusahaan inti untuk branding. Manajemen operasi pada perusahaan baru dan kebijakannya terkadang mirip dengan perusahaan lama. Pada entrepreneur, manajemen biasanya lebih flexible.
Kerugian dari intrapreneurship adalah “boss” perusahaan baru sebenarnya masih tetap dihitung sebagai karyawan dari perusahaan inti sehingga kebebasannya tidak seluas perusahaan utama (terikat kontrak). Hidup dari perusahaan baru kadang sangat bergantung dari kebijakan perusahaan inti.

3. Faktor pendukung pengembangan intrapreneurship
Pengembangan intrapreneur didukung beberapa faktor ini :
• Peningkatan persaingan sehingga innovasi harus diperhatikan termasuk dari karyawan yg tentunya mempunyai gambaran detail operasi perusahaan
• Peluang perusahaan menurun untuk memegang posisi atas (lihat referensi 1)
• Loyalitas karyawan menurun, bila karyawan mempunyai ide bisnis tetapi perusahaan tidak mau melaksanakannya maka karyawan tsb mungkin akan mencari sumber daya diluar (dan keluar lagi organisasi)

Bagaimana perusahaan sekarang menyikapi Intrapreneur
Saat ada beberapa cerita sukses tentang intrapreneur, perusahaan harus juga waspada terhadap resikonya. Membuka perusahaan baru dengan sumber daya perusahaan inti adalah cara yang efektif untuk menguras kekuatan perusahaan inti. Perusahaan inti harus benar-benar memperhitungkan kemampuan mereka dan kemungkinana resiko dan keuntungan dari calon perusahaan baru.

Seorang penemu ide bisnis harus dilihat apakah mempunyai kemampuan dalam operasinya. Saat seorang penemu mungkin melihat jalan baru untuk menggapai konsumen, mereka mungkin memerlukan seseorang yang ahli dalam detail operasi. Penemu seperti yang menunjukkan tujuannya, orang operasional akan memutuskan dengan kendaraan apa mereka akan kesana.

Perusahaan inti harus melihat intrapreneur sebagai salah satu cara untuk mendeliver ide ke pasar dengan cepat. Sebaiknya perusahaan bisa mengidentifikasikan karyawan mereka yg mempunyai jiwa intrapreneur dan memberikan kesempatan kepada mereka yang idenya berpeluang menghasilkan profit.

Rabu, 04 Maret 2009

Global Warming

Global warming (global warming ) sudah menjadi wacana public yang banyak diperbincangkan. Global warming adalah fenomena peningkatan temperatur global di atmosfer,bumi dan laut karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Ketimpangan ekologi tidak lain disebabkan oleh keserakahan manusia mengeruk kekayaan alam dan tidak mengindahan kelestarian alam yang semakin mengkhawatirkan

Global warming mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit,bertambah luasnya zona laut mati (hipoksia), berkurangnya jumlah oksigen di perairan bawah, terlepasnya metana beku dari dasar laut memanaskan Bumi yang emnyebabkan kemunahan masal.
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi: a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir, wisata bahari, dan kota pantai, b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit

Indonesia yang terdapat di daerah khatulistiwa dengan hutan hujan tropis sejatinya merupakan daerah penetral panas yang berpotensi mengatur sirkulasi air dan udara, pengatur suhu bumi, penentu iklim, dan me-refresh bumi secara periodik. Ironisnya daerah yang diharapkan menjadi paru-paru dunia justru menjadi negara ketiga terbesar yang menyumbang emisi global sebanyak 25% dari pembakaran hutan dan 75% dari industri, pertambangan dan energi, serta limbah rumah tangga.

Untuk mengurangi efek global warming kita harus memperbaiki dan menjaga paru-paru bumi itu dengan cara sebagai berikut

1. Pengadaan hukum yang jelas, tegas untuk menjerat oknum yang merusak hutan seperti penebangan liar, pembakaran, dan pemusnahan hutan. Dan terciptanya sistem preventif yang dapat mencegah pengrusakan hutan yang disebabkan oleh fenomena alam, seperti banjir, gempa, longsor, atau terbakarnya hutan secara natural.

2. Mengurangi kedua sumber utama penghasil gas rumah kaca, misalnya,mengurangi pembakaran bahan bakar fosil(menghemat listrik, BBM, dan plastik) wilayah ramai penggunaan transportasi hijau dan penanaman pohon di wilayah-wilayah ramai kendaraan
Mencegah penggundulan hutan dan illegal logging

3. Membuang sampah pada tempatnya terutama sampah yang anorganik,karna zat kimia yg terdapat didalamnya mencemari tanah jadi air dibawah tanah akan ikut tercemar

4. Clean Development Mechanisme (Mekanisme Pembangunan Bersih) CDM, Indonesia memiliki potensi pengurangan emisi sampai sebesar 300 juta ton dan diperkirakan bernilai US$ 1,26 miliar. Kegiatan CDM lainnya yang tengah dipersiapkan di Indonesia adalah mengganti pembangkit listrik batubara dengan geoterma, dan efisiensi energi untuk produksi pabrik Indocement.

5. Menghemat energi dengan menggunakan peralatan teknologi yang hemat energy seperti lampu LED (light emitting diode ). LED didefinisikan sebagai salah satu semikonduktor yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Ukurannya yang mini dan praktis, serta konsumsi dayanya yang relatif rendah, usia yang sangat panjang, lebih dari 30 ribu jam
Biasanya kita menggunakan lampu pijar dan neon. Bohlam pijar pada proses pencahayaannya, lebih dari 90% energi yang dihasilkan berupa inframerah dan panas. Sedangkan lampu dengan bahan gas, umumnya neon (fluorescent lamp).
Panas yang dihasilkan neon lebih sedikit daripada lampu pijar tetapi masih ada energi yang hilang saat memproses sinar ultraungu menjadi cahaya yang kasat mata. Lampu neon termasuk kategori lampu hemat energi dan banyak dipakai di perumahan dan perindustrian.
Tetapi dampaknya bagi lingkungan, kedua jenis lampu ini cukup berbahaya. Lampu pijar sangat boros dalam efisiensi energi dan cahayanya tidak cukup terang. Merkuri pada lampu neon pun tidak baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan. Tingkat efisiensi energi yang rendah membawa pengaruh bagi global warming .
Maka dengan menggunakan LED ysng dapat bertahan lebih dari 30 ribu jam sampai 100 ribu jam dapat bermanfaat dalam menekan global warming dan mengurangi emisi karbon dunia. Bila lampu LED digunakan di seluruh dunia, total energi listrik untuk penerangan dapat berkurang hingga 50%. Selisih emisi karbon yang dihasilkan dunia bisa mencapai 300 juta ton per tahunnya

6. Melakukan aktivitas sederhana dalam
Hemat energy dengan mematikan semua alat elektronik saat tidak digunakan,saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, dan biarkan pakaian kering secara alami.
Hemat air dengan mematikan keran saat sedang menggosok gigi, gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman,segea perbaiki keran yang bocor, keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 L perhari, njika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang boros air.
Hemat kayu dan kertas: selalu gunakan kertas dua sisinya, gunakan kembali amplop bekas.
Pemakaian barang daur ulang: bantulah mengurangi tumpukan sampah dunia, jangan menggunakn produk sekali pakai, gunkaan baterai isi ulang,pilih kalkulator berenergi surya.

7. Menggalakkan pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti Ac yang tidak menghasilkan gas buangan CFC, dan menggunakan kendaraan yang tidak terlalu banyak menghasilkan polusi
Banyak hal lain yang dapat kita lalukan untun berperan serta dalam menanggulangi dampak glonal warming karena kita belum melewati a point of no return. Kita masih bisa bergulir mundur – tetapi perlu tindakan berbalik arah yang cepat. Dengan langkah-langkah di atas semoga kita dapat selaras dengan alam dan lingkungan hidup kita kembali asri dan lestari.

Selasa, 03 Maret 2009

Era Perkembangan Komputer

Pada tahun 1937 – 1942 Dr. John V. Atanasoff menciptakan komputer ektronik digital pertama bernama Atanasoff-Berry Computer (ABC). Dan pada tahun 1945, Alan Turing merancang Colassus, sebuah komputer elektronik analog. Sedangkan komputer dalam skala besar yang pertama dibangun adalah Electronic Numerical Integrator And Computer (ENIAC) oleh Dr. John Mauchly dan J. Presper Eckert, yang berkemampuan ribuan kali cepat.

Komputer Generasi Pertama (1946 – 1958).

Komputer generasi pertama yaitu ENIAC yang menggunakan tabung hampa udara dan penyimpanan data (stored program concept). Tahun 1950, komputer dikembangkan dengan menggunakan binary aritmetic, random access, dan program penyimpanan. Lalu dirancang computer EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) dengan perhitungan yang lebih cepat. EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaan raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data. Kemudian The U.S. Bureau of Cencus pada tahun 1951 menginstalasi komputer komersial pertama yang bernama Universal Automatic Computer – UNIVAC I. UNIVAC I dikembangkan oleh Mauchly dan Eckert untuk Remington-Rand Corporation.

IBM memasuki pasar computer dengan menghasilkan komputer elektromekanik pertama yaitu Mark I pada tahun 1944 oleh seorang profesor Universitas Harvard, Howard Aiken. IBM memonopoli peralatan pemroses data punched-card. Produk IBM pertama yang di jual adalah IBM 701 pada tahun 1953. IBM 650 diperkenalkan berikutnya meraih keuntungan yang besar. Pada tahun 1957 John Backus memperkenalkan Formula Translation (FORTRAN).

Komputer Generasi Kedua (1958 – 1964)

Penemuan integrated circuit (IC) pada tahun 1958 oleh Jack Kilby menjadi momen dimulainya komputer generasi kedua. Dari segi pemrograman, tahun 1960 diperkenalkan COBOL sebagai bahasa tingkat tinggi untuk aplikasi bidang bisnis. Karakteristik yang dominan pada komputer generasi kedua adalah transistor yang mengembangkan inti magnetic yang digunakan dalam membuat super computer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer generasi kedua ini menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly

Komputer Generasi Ketiga (1964 - 1970)

Generasi ini dimulai dengan diluncurkannya IBM S/360. Sedangkan pada bidang komputer untuk time-sharing system, Digital Equipment Corporation (DEC) meluncurkan PDP-8 pada tahun 1965. Integrated circuits merupakan teknologi baru dari generasi ini seperti halnya transistor pada generasi kedua. Sebuah karakteristik yang penting pada komputer generasi ketiga adalah ‘upward compatibility (kompatibilitas ke atas). Komputer bisa menjalankan satu program secara bersamaan (multiprogramming). Produksi komputer kecil (small-computer) yang dikenal minicomputer sangan banyak. Digital Equipment Corporation (DEC) dan Data General Corporation (DGC) yang menguasai penjualan dan pembuatan minicomputer ini.

Komputer Generasi Keempat (1970 sampai sekarang)

Komputer generasi keempat ditandai dengan pengunaan Large-scale Integration (LSI) pada pembuatan komputer dengan sebuah chip, pada tahun 1970. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah menjadi jutaan. Pada tahun 1971, Dr. Ted Hoff dari Intel Corporation membangun microprocessor, yaitu microchip yang dapat diprogram. Selain itu ada pula microcomputer yaitu alat pemroses yang kecil, tidak mahal, tetapi berkinerja tinggi.

Komputer Apple, dibangun oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak. Komputer IBM PC (personal computer) mulai diluncurkan pada tahun 1981. Dua tahun kemudian, Intel kembali meluncurkan prosesor generasi Pentium yang pertama, yang merupakan pengembangan dari prosesor Intel 486. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop). Promosi Tablet PC pun mulai digencarkan kembali. Pada tahun 2005 diluncurkan komputer jinjing OQO. Kehadiran smart phone juga mampu menggantikan PDA.

Tahun 2006, Intel memperkenalkan prosesor Core 2 Duo, sedangkan IBM menghasilkan supercomputer tercepat, dinamakan Blue Gene/LIntel Pada tahun 2007, Intel memperkenalkan Clovertown, sebuah prosesor dengan 4 core.. Di samping itu, Apple memperkenalkan iPhone yang berfungsi seperti iPod. Pada tahun 2008, penjualan komputer notebook semakin meningkat meninggalkan komputer desktop.

Teori dan Prinsip Tumbuh Kembang Manusia

Pertumbuhan (Growth) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Sedangkan perkembangan (Development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.
Pandangan mengenai Tumbuh-Kembang Manusia
1. Nativisme
Teori ini menjelaskan bagaimana manusia tumbuh karena innate (genetic) . Segala sesuatu terjadi secara sendirinya melalui maturasi (maturational process). Pandangan ini lebih mengagungkan factor alam atau nature. Manusia menjadi seseorang seperti yang ditetapkan ketika ia dilahirkan. Teori-teori dengan pandangan nativisme :
- Self Regulatory System (Curia)
Seluruh system di dalam tubuh mempunyai system yang pasti. Contohnya Peredaran darah dari jantung menuju seluruh tubuh adalah pasti.
- Self Generating Growth (Coleridge)
Adanya aturan dalam proses tumbuh seseorang. Contohnya Sebelum berbicara seorang harus mengalami proses pertumbuhan gigi.
- Self Organizing Being (Kant)
Individu adalah seseorang yang mampu menggorganisir dirinya sendiri. Contonya : Makanan akan dicerna sesuai dengan system pencernaan.


2. Environmentalisme
Teori ini menjelaskan bagaimana manusia berkembang karena proses pembelajaran (learning process) dan terjadi karena adanya stimulasi lingkungan (nurture).

Teori-teori dengan pandangan environmentalisme:
- Classical conditioning (Pavlov)
- Extreme environmental (Watson)
- Law of Effect (Thorndike)
- Operant conditioning (Skinner)
- Social Learning (Bandura)

3. Organismik
Teori ini merupakan gabungan dari teori nativisme dan environmentalisme dimana manusia tumbuh dan berkembang karena maturational dan learning process. Teori ini menganggap bahwa pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi ole nature dan nurture. Manusia menjadi seseorang sebagai hasil interaksi faktor genetic dan stimulasi lingkungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak tidak selamanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya baik faktor yang dapat dirubah/dimodifikasi (faktor keturunan) maupun faktor yang tidak dapat dirubah atau dimodifikasi (faktor lingkungan). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
1. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

a. Ras/etnik atau bangsa.
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
b. Keluarga.
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
c. Umur.
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
d. Jenis kelamin.
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
e. Genetik.
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
f. Kelainan kromosom.
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down’s dan sindroma Turner’s.

2. Faktor luar (eksternal).
a. Faktor Prenatal
 Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.
 Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot.
 Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.
 Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal.
 Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung.
 Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
 Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
 Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu.
 Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.
b. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
c. Faktor Pascasalin
 Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.
 Penyakit kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.
 Lingkungan fisis dan kimia.
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
 Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
 Intelegensi
Pada umumnya anak yang mempunyai integensi tinggi, mempunyai perkembangan lebih baik.
 Hormon
Ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu: Somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel tulang, merangsang sel otak pada masa pertumbuhan. Berkurangnya hormon ini dapatmenyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan tulang. Berkurangnya hormon ini dapat menyebabkan kreatinisme; Hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoid. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur: kekurangan homon gonadotropin dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.
 Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.
 Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
 Emosi
Hubungan yang hangat dengan orang lain seperti dengan ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh terhadap perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Cara anak berinteraksi dalam keluarga akan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila keinginan anak tidak dapat terpenuhi sesuai dengan tahap perkembangan tertentu dapat memberi pengaruh terhadap tahap perkembangan selanjutnya.
 Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
 Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

Pola Pertumbuhan dan Perkembangan
Pola pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara terus menerus. Pola ini dapat merupakan dasar bagi semua kehidupan manusia, petunjuk urutan dan langkah dalam perkembangan anak ini sudah ditetapkan tetapi setiap orang mempunyai keunikan secara individual. Pertumbuhan fisik dapat dilihat secara lebih nyata, namun sebenarnya disertai pula dengan pertumbuhan psikososial anak dan diikuti dengan hal-hal di bawah ini:
1. Directional trends
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan secara teratur, berhubungan dengan petunjuk atau gradien atau reflek dari perkembangan fisik dan maturasi dari fungsi neuromuscular. Prinsip-prinsip ini meliputi:
a. Cephalocaudal atau Head to tail (dari arah kepala ke kaki), misalnya: mengangkat kepala dulu kemudian mengangkat dada dan menggerakkan ekstremitas bagian bawah.
b. Proximodistal atau Near to Far Direction (Menggerakkan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat dan pada anggota gerak yang lebih jauh dari pusat), misalnya: bahu dulu baru jari-jari.
c. Mass to specific atau simple to complex (Menggerakkan daerah yang lebih sederhana dulu baru kemudian daerah yang lebih kompleks), misalnya: mengangkat bahu dulu baru kemudian menggerakkan jari-jari yang lebih sulit atau melambaikan tangan batu bisa memainkan jarinya.


2. Sequential Trends
Semua dimensi tumbuh kembang dapat diketahui, maka sequence dari tumbuh kembang tersebut dapat diprediksi. Dimana hal ini berjalan secara teratur dan kontinyu. Semua anak yang normal melalui setiap fase ini. Setiap fase dipengaruhi oleh fase sebelumnya. Misalnya: tengkurap - merangkak; berdiri - berjalan.
3. Sensitive Period
Ada waktu-waktu yang terbatas selama proses tumbuh - kembang dimana anak berinteraksi, terutama dengan lingkungan yang ada, kejadian yang spesifik. Masa-masa tersebut adalah sebagai berikut :
a. Masa Kritis
Masa yang apabila tidak dirangsang/ berkembang maka hal ini tidak akan dapat digantikan pada masa berikutnya.
b. Masa Sensitif
Mengarah pada perkembangan dan microorganisme. Misalnya pada saat perkembangan otak, ibunya menderita flu maka kemungkinan anak tersebut akan hydrocepallus/ ancepalitis.
c. Masa Optimal
Suatu masa diberikan rangsangan optimal maka akan mencapai puncaknya. Misalnya: anak usia 3 tahun/saat perkembangan otak dirangsang dengan bacaan-bacaan/gizi yang tinggi, maka anak tersebut dapat mencapai tahap perkembangan yang optimal.

Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak.

Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan menimbulkan perubahan.
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing anak.
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi dan lain-lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah kepandaiannya.
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap, yaitu:
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan sebagainya.

Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak
Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling berkaitan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan sendirinya, sesuai dengan potensi yang ada pada individu. Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak.
2. Pola perkembangan dapat diramalkan.
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik, dan terjadi berkesinambungan.

Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa.Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:

1. Masa prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).
Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :
a. Masa zigot/mudigah
Sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.

b. Masa embrio
Sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8/12 minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.

c. Masa janin/fetus
Sejak umur kehamilan 9/12 minggu sampai akhir kehamilan. Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:
 Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester ke-2 kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.
 Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi.

Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan.

Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:
 Menjaga kesehatannya dengan baik.
 Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan.
 Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya.
 Memeriksa kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.
 Memberi stimulasi dini terhadap janin.
 Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.
 Menghindari stres baik fisik maupun psikis.
 Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.

2. Masa bayi (infancy) umur 0 sampai 11 bulan.
a. Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari.
Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:
 Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari.
 Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari.
Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah:
 Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih
 Untuk mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan.
 Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.
 Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur.
 Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masalah pemberian ASI.

b. Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.
Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak.
Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.

3. Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan).
Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.
Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia dikemudian hari.

4. Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan).
Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child friendly environment).
Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalami kelainan atau gangguan.

5. Masa Anak usia sekolah (Anak usia 6-12 tahun)
Masa ini merupakan masa akhir kanak-kanak, ditandai dengan kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Pada permulaan masa ini, dimana anak baru mulai sekolah maka terjadi perubahan besar pada pola kehidupan anak, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang dan mengalami gangguan emosi saat menyesuaikan diri. Setelah beberapa tahun seiring dengan perubahan fisik, mengakibatkan perubahan sikap, nilai dan prilaku dan anak mempersiapkan diri, secara fisik dan psikologis menjelang masa remaja.

6. Masa Remaja (Usia 12-20 tahun)
Pada masa ini, seseorang mengalami kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan beraksir saat in mencapai usia matang secara hukum. Masa remaja merupakan periode yang penting. Masa ini pula sering disebut sebagai masa peralihan dari masa anak anak menuju masa dewasa. Sehingga anak-anak harus meninggalkan segala seseuatu yang bersikap kekanak-kanakan. Dan harus mempelajari sikap dan perilaku baru untuk menggantikan sikap dan perilaku yang sudah ditinggalkan.
Masa Remaja juga dianggap masa perubahan. Perubahan yang dialami remaja yaitu meningginya emosi, perubahan tubuh, perubahan minat, pola prilaku dan nilai-nilai. Sebagia besar remaja bersikap ambifalen terhadap setiap perubahan, mereka menginginkan kebebasan namun takut bertanggungjawab. Remaja juga merupakan masanya bermasalah dan mencari jati diri.

7. Masa Dewasa Dini (Usia 20-40 tahun)
Pada masa ini merupakan penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang yang telah dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat dalam memaikan peran baru seperti suami/istri, pencari nafkah, orang tua dan mengembangkan sikap, perilaku dan nilai baru. “Masa dewasa dini merupakan masa “pengaturan“ dan usia reproduksi. Selain itu masa ini dianggap masa ketegangan emosional, masa perubahan nilai, masa penyesuaian dengan cara hidup baru dan Masa Kreatif.

8. Masa Dewasa Madya (Usia 40-65 tahun)
Pada masa ini penyesuaian diri berpusat pada pekerjaan dan keluarga yang lebih sulit dari pada penyesuaian pribadi dan sosial. Membangun dan dan mempertahankan suatu standar hidup yang menyenangkan menjadi semakin sulit. Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian pekerjaan pada usia madya adalah kepuasan kerja, kesempatan promosi, haparan kerka, sikap pasangan, sikap terhadap teman sekerja, dan relokasi. Sedangkan kondisi yang memperumit penyesuaian terhapar pola keluarga adalah perubahan fisik, hilangnya peran orang tua, kurangnya persiapan, perasaan kegagalan, merasa tidak berguna, dan kecewa pada perkawinan.
9. Masa Usia Lanjut (Usia >65 tahun)
Pada masa ini merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang yaitu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode dahulu yang menyenangkan atau bernajak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Sehingga seseorang menjadi melihat masa lulunya dan biasanya dengan penuh penyesalan. Usia Lanjut sering disebut Periode Kemunduran,

Kisah Dongeng keabadian


Dongeng-dongeng berkisah

“Mereka akan bahagia selamanya”

Tapi adilkah prosa termasyur ini

Untuk cerita pendek berlatarkan hidupku?

Mungkin jika aku tega mematahkan kaki cinderela

Mungkin jika aku kuasa membunuh putri salju

Dan bila aku sanggup mencoreng The Beauty

Akan ku kecam keabadian !!!

Aku…dongeng malang tak bertepi

Dan maafkan aku bila para pembaca jadi bosan

Karena masa tak izinkan ada tamat jadi penghujung

Buku dongeng kumalku..

Mengerat kebusukan

Debu menyegel majas keindahan

Dan terkutuklah puisi kehidupan

Ehm….

Bolehkah aku jadi pengarang hidupku sendiri?

Biarkanku pindahkan samudrea jadi langitku

Agar aku tengok awan jadi perahu layar melayang

Biarkanku gantikan kuburan dengan kahyangan

Agar Istanaku jadi pusara liang lahat pembaringan

Bukan baju compang-camping jadi busana

Tapi gaun anggun membalut jngkal-jengkal raga

Bukan lara yang menyeringai dalam terror-teror malam

Tapi harmoni kebahagiaan melelapkan

HAH!!!

Aku hanya Bermimpi..!!!

Bila tangis masih merengekan luka menanah

Bila tubuh masih lungkai digerogoti kepedihan

Dasar Bodoh…!!!!

Untuk apa aku mengemis mimpi?

Bila mimpi bagian dari tubuhku

Untuk apa aku mengai harap…?

Bila harap buta jadi persinggahan

Aku dongeng memilu

Tetaplah begini adanya

Karena keabadian telah putus asa

Yang ada hanya suratan yang menyapa…..