Jumat, 03 April 2009

Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan


Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa.Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:

1. Masa prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).

Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :

a. Masa zigot/mudigah

Sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.

b. Masa embrio

Sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8/12 minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.

c. Masa janin/fetus

Sejak umur kehamilan 9/12 minggu sampai akhir kehamilan. Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:

ü Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester ke-2 kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.

ü Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi.

Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan.

Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:

v Menjaga kesehatannya dengan baik.

v Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan.

v Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya.

v Memeriksa kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.

v Memberi stimulasi dini terhadap janin.

v Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.

v Menghindari stres baik fisik maupun psikis.

v Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.

2. Masa bayi (infancy) umur 0 sampai 11 bulan.

a. Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari.

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:

ü Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari.

ü Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari.

Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah:

v Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih

v Untuk mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan.

v Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.

v Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur.

v Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masalah pemberian ASI.

b. Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.

Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak.

Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.

2. Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan).

Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.

Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia dikemudian hari.

3. Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan).

Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan.

Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child friendly environment).

Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalami kelainan atau gangguan.

4. Masa Anak usia sekolah (Anak usia 6-12 tahun)

Masa ini merupakan masa akhir kanak-kanak, ditandai dengan kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Pada permulaan masa ini, dimana anak baru mulai sekolah maka terjadi perubahan besar pada pola kehidupan anak, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang dan mengalami gangguan emosi saat menyesuaikan diri. Setelah beberapa tahun seiring dengan perubahan fisik, mengakibatkan perubahan sikap, nilai dan prilaku dan anak mempersiapkan diri, secara fisik dan psikologis menjelang masa remaja.

5. Masa Remaja (Usia 12-20 tahun)

Pada masa ini, seseorang mengalami kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan beraksir saat in mencapai usia matang secara hukum. Masa remaja merupakan periode yang penting. Masa ini pula sering disebut sebagai masa peralihan dari masa anak anak menuju masa dewasa. Sehingga anak-anak harus meninggalkan segala seseuatu yang bersikap kekanak-kanakan. Dan harus mempelajari sikap dan perilaku baru untuk menggantikan sikap dan perilaku yang sudah ditinggalkan.

Masa Remaja juga dianggap masa perubahan. Perubahan yang dialami remaja yaitu meningginya emosi, perubahan tubuh, perubahan minat, pola prilaku dan nilai-nilai. Sebagia besar remaja bersikap ambifalen terhadap setiap perubahan, mereka menginginkan kebebasan namun takut bertanggungjawab. Remaja juga merupakan masanya bermasalah dan mencari jati diri.

6. Masa Dewasa Dini (Usia 20-40 tahun)

Pada masa ini merupakan penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang yang telah dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat dalam memaikan peran baru seperti suami/istri, pencari nafkah, orang tua dan mengembangkan sikap, perilaku dan nilai baru. “Masa dewasa dini merupakan masa “pengaturan“ dan usia reproduksi. Selain itu masa ini dianggap masa ketegangan emosional, masa perubahan nilai, masa penyesuaian dengan cara hidup baru dan Masa Kreatif.

7. Masa Dewasa Madya (Usia 40-65 tahun)

Pada masa ini penyesuaian diri berpusat pada pekerjaan dan keluarga yang lebih sulit dari pada penyesuaian pribadi dan sosial. Membangun dan dan mempertahankan suatu standar hidup yang menyenangkan menjadi semakin sulit. Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian pekerjaan pada usia madya adalah kepuasan kerja, kesempatan promosi, haparan kerka, sikap pasangan, sikap terhadap teman sekerja, dan relokasi. Sedangkan kondisi yang memperumit penyesuaian terhapar pola keluarga adalah perubahan fisik, hilangnya peran orang tua, kurangnya persiapan, perasaan kegagalan, merasa tidak berguna, dan kecewa pada perkawinan.

8. Masa Usia Lanjut (Usia >65 tahun)

Pada masa ini merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang yaitu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode dahulu yang menyenangkan atau bernajak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Sehingga seseorang menjadi melihat masa lulunya dan biasanya dengan penuh penyesalan. Usia Lanjut sering disebut Periode Kemunduran,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar